Reses Eddy Paripurna di Pasuruan: Serap Aspirasi Warga, PDIP Bidik Minimal Dua Kursi Tiap Dapil pada 2029

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 13:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN | KABARNEWSDAY– Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Drs. H. Eddy Paripurna, M.Si, menggelar reses masa persidangan III Tahun Anggaran 2025 dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Minggu (26/7/2026).

Reses dihadiri jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, badan dan sayap partai, serta sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai kelurahan. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne PDI Perjuangan, Mars PDI Perjuangan, dan Marhaenisme yang dipandu Dewi Sartika.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Mahfud Husaeri, ST, menegaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari proses penyerapan aspirasi masyarakat. Menurutnya, ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat harus dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut.

Mahfud juga menyampaikan target politik PDI Perjuangan Kota Pasuruan menghadapi Pemilu 2029. Ia mendorong seluruh jajaran partai untuk memperkuat konsolidasi dan kerja-kerja politik dengan target minimal meraih dua kursi di setiap daerah pemilihan (dapil).

Target tersebut, menurutnya, membutuhkan kerja bersama seluruh struktur dan kader partai.

“Kegiatan reses ini harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Aspirasi tersebut harus dicatat, dikawal, dan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan yang ada. Untuk menghadapi Pemilu 2029, kami juga harus melakukan konsolidasi dan memperkuat kerja-kerja partai agar target dua kursi di setiap dapil dapat diwujudkan,” ujar Mahfud.

Sementara itu, Eddy Paripurna menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Kota Pasuruan yang telah hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Tanggapi Berita Viral Warung Pinggiran Sungai di Kelurahan Sebani Terancam Ditutup 

Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, soliditas, serta membangun pola kerja kolektif-kolegial. Menurut Eddy, kerja politik tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan sinergi antara struktur partai, kader, dan masyarakat.

Eddy juga mengingatkan kader agar terus mengedepankan semangat gotong royong dan memperkuat kerja-kerja kerakyatan.

“Sebagai kader dan anggota partai, kita harus bekerja bersama, kolektif-kolegial, dan bergotong royong. Kita harus kompak dan solid. Yang paling penting adalah bagaimana kerja-kerja kerakyatan itu terus dilakukan dan keberadaan partai benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” kata Eddy.

Dalam arahannya, Eddy turut menyinggung perjalanan sejarah PDI Perjuangan yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perjuangan politik nasional. Ia mengajak kader untuk memahami akar sejarah partai sekaligus menghargai perjuangan para tokoh yang telah membangun dan membesarkan organisasi tersebut di Kota Pasuruan.

Salah satu tokoh yang disebut Eddy adalah almarhum Pujo Basuki, yang menurutnya memiliki bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan PDI Perjuangan di Kota Pasuruan.

Bagi Eddy, sejarah tersebut tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus menjadi pijakan bagi kader generasi saat ini untuk meneruskan kerja politik yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Sejarah PDI Perjuangan di Kota Pasuruan memiliki perjalanan yang panjang. Kita tidak boleh melupakan jasa para tokoh yang telah berjuang dan membesarkan partai. Namun, menghargai sejarah juga berarti meneruskan semangat perjuangan itu melalui kerja nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Fraksi PKB Geram! Keluhan Pedagang Daging hingga Somasi Dinilai Tak Direspons Pemerintah Kota

Reses dan Tantangan Kerja Politik

Kegiatan reses menjadi salah satu instrumen penting bagi anggota legislatif untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai persoalan di lapangan. Namun, efektivitas reses pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan atau aspirasi yang berhasil dihimpun.

Aspirasi masyarakat perlu dipilah berdasarkan kewenangan, kebutuhan, serta skala prioritas agar dapat diperjuangkan melalui mekanisme legislatif dan pemerintahan yang berlaku.

Di sisi lain, target politik PDI Perjuangan Kota Pasuruan untuk meraih minimal dua kursi di setiap dapil pada Pemilu 2029 menjadi tantangan tersendiri bagi partai. Target tersebut membutuhkan konsolidasi organisasi yang kuat sekaligus kemampuan kader dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Kerja politik pada akhirnya akan diuji oleh konsistensi, bukan hanya momentum menjelang pemilu. Semakin sering kader hadir di tengah masyarakat, semakin besar pula tuntutan agar kehadiran tersebut menghasilkan solusi yang konkret.

Karena itu, reses idealnya tidak berhenti pada penyerapan aspirasi, tetapi harus berlanjut pada proses pengawalan. Masyarakat membutuhkan wakil yang tidak hanya datang untuk mendengar, tetapi juga mampu menjelaskan mana aspirasi yang dapat diperjuangkan, bagaimana mekanismenya, dan sejauh mana tindak lanjutnya.

Dengan demikian, reses dapat menjadi jembatan yang efektif antara masyarakat dan lembaga legislatif, sementara target politik yang dicanangkan partai dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan keberpihakan terhadap kepentingan publik.(Hil)

Berita Terkait

SPBU Raci Disorot, Dugaan Penyalahgunaan Pertalite Bersubsidi Terungkap Polres Pasuruan
Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Berlarut, Ahli Waris Siapkan Langkah Hukum Lanjutan
Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Bergulir di Pengadilan, Ahli Waris Desak Pemkot Pasuruan Beri Kepastian
Aktivitas Tambang di Lemahbang Disorot, CV Mutiara Timur Diduga Beroperasi di Luar WIUP
Anniversary Ke-7 Lumbung Berita, Salurkan Santunan untuk Yatim dan Dhuafa
Pakal Jaya Randusari Raih Juara 1 Purworejo Night Carnival 2026
Terbongkar! Tanah Hijau Desa Bajangan Diduga Disewakan, Uang Sewa Diakui untuk Pribadi
Tanah Kantor Kelurahan Bukir Digugat, Advokat Rius Sagitarius Pertanyakan Dasar Tukar-Menukar 1976
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:16 WIB

SPBU Raci Disorot, Dugaan Penyalahgunaan Pertalite Bersubsidi Terungkap Polres Pasuruan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Berlarut, Ahli Waris Siapkan Langkah Hukum Lanjutan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Bergulir di Pengadilan, Ahli Waris Desak Pemkot Pasuruan Beri Kepastian

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Aktivitas Tambang di Lemahbang Disorot, CV Mutiara Timur Diduga Beroperasi di Luar WIUP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Anniversary Ke-7 Lumbung Berita, Salurkan Santunan untuk Yatim dan Dhuafa

Berita Terbaru

TNI & Polri

Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 03:03 WIB