Orasi Dijalur Maut jalan Gatot Subroto,Ayik Suhaya Desak Pemkot Untuk Segera Lakukan Tindakan 

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Advertisements

PASURUAN | KABARNEWSDAY– Gelombang keprihatinan dan kekecewaan mendalam melanda warga Kota Pasuruan menyusul tragedi kecelakaan lalu lintas di simpang Jalan Gatot Subroto yang merenggut sembilan korban jiwa pada Rabu (17/6/2026).

Merespons petaka di kawasan yang kini kondang sebagai “jalur maut” tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GM FKPPI Kota Pasuruan di bawah komando Ayik Suhaya, bergerak menggelar aksi damai, doa bersama, sekaligus menyatakan sikap tegas. Aksi yang diikuti jajaran tokoh masyarakat, agama, dan pemuda ini menjadi alarm keras bagi pemangku kebijakan agar tidak lagi abai terhadap keselamatan jalan raya.

Dalam orasinya, Ayik Suhaya mendesak Pemerintah Kota Pasuruan untuk segera melakukan tindakan konkret di lapangan, bukan sekadar memberikan janji manis atau kajian di atas kertas. Menurutnya, kerawanan lalu lintas di sepanjang Jalan Gatot Subroto—mulai dari wilayah Kraton hingga Kebonagung—sudah masuk fase darurat dan tidak boleh dianggap sebagai insiden angin lalu. Jalur yang dulunya relatif aman, kini berubah menjadi rute yang mengancam keselamatan para pengendara setiap harinya.

Baca Juga :  Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kab.Pasuruan Dorong Tumbuhnya Petani Millenial Dan Gerakan Pangan Murah

Berdasarkan naskah pernyataan sikap yang dirilis, GM FKPPI menyoroti bahwa perubahan pola arus lalu lintas pasca-pembangunan Jembatan Bok Wedi menjadi salah satu pemicu utama. Proyek tersebut dinilai memperparah kemacetan dan mendongkrak risiko kecelakaan di jalur yang sudah padat, lantaran minimnya manajemen rekayasa lalu lintas yang antisipatif dari dinas terkait.

Guna memutus rantai petaka ini, massa aksi menyodorkan tuntutan mutlak kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta jajaran DPRD Kota Pasuruan—khususnya legislator dari Dapil Gadingrejo. Mereka meminta regulasi ketat berupa pengalihan rute kendaraan besar. Teknisnya, truk-truk bermuatan berat dari arah Surabaya wajib diarahkan masuk melalui Tol Raci, sementara kendaraan sejenis dari arah Probolinggo harus dipaksa keluar lewat Tol Grati. Solusi taktis ini dinilai paling rasional untuk mengurai kepadatan di jalan arteri.

Agar kebijakan ini berjalan efektif, Pemkot Pasuruan didesak segera berkoordinasi dan bersinergi lintas sektoral, mulai dari Kapolresta Pasuruan, Dinas Perhubungan, hingga Pemerintah Kabupaten Pasuruan guna pengawalan ketat di lapangan.

Baca Juga :  Pemkab Pasuruan Sidak Aliran Sungai Wangi Kecamatan Pandaan Yang Diduga Tercemari Limbah Perusahaan 

Tak main-main, GM FKPPI juga menyelipkan ultimatum politik yang cukup berani. Jika di kemudian hari “jalur maut” ini kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian pemerintah daerah dalam membenahi sistem transportasi, maka para pejabat terkait harus siap menanggung konsekuensi moral dan jabatan. Secara gamblang, mereka menuntut Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Kepala Dinas Perhubungan untuk meletakkan jabatan alias mundur jika gagal menjamin keselamatan warga. Tuntutan mundur ini juga dialamatkan kepada Ketua DPRD Kota Pasuruan jika legislatif dinilai tumpul dalam memperjuangkan aspirasi krusial ini.

Surat pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Ketua GM FKPPI bersama perwakilan elemen masyarakat tersebut kini telah resmi dikirimkan dan ditembuskan kepada Wali Kota Pasuruan, Kapolresta, Dinas Perhubungan, hingga Kapolsek Gadingrejo.

Hingga laporan ini diturunkan, Pemerintah Kota Pasuruan maupun instansi terkait belum memberikan respons atau keterangan resmi atas tuntutan tersebut. Publik kini menunggu, apakah desakan sarat duka ini akan membuahkan solusi nyata, atau justru senyap hingga maut kembali menjemput di jalur yang sama. (Hil)

Berita Terkait

Peringati HARGANAS Ke-33, Dinkes PPKB Pasuruan Gaungkan “Ayah Wajib Hadir” Wujudkan Generasi Emas 2045
Kejari Pasuruan Sita Dan Setor Rp 2,25 M Hasil Korupsi Dana PKBM ke Negara
RSUD Grati Buka Klinik Orthopedi, Direktur: Komitmen Kami Beri Pelayanan Sepenuh Hati
RSUD Bangil Torehkan Prestasi Global, Raih Penghargaan Penanganan Stroke Kelas Dunia
Dinkes Pastikan Susu MBG dari Pasuruan Lolos Standar BPOM dan Aman Dikonsumsi
Dukung MBG, Koperasi Susu Pasuruan Komit Pasok Susu Aman dan Bergizi
Alianansi Porte Gelar “Uri-uri Budayo” Lestarikan Kesenian Lokal & Ajak Warga Hidup Tanpa Narkoba
Putra Legenda Kasan Soleh, Arhab Abqori Al Abror Antarkan Surya Naga Juara Piala Suratin Pasuruan 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Peringati HARGANAS Ke-33, Dinkes PPKB Pasuruan Gaungkan “Ayah Wajib Hadir” Wujudkan Generasi Emas 2045

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Kejari Pasuruan Sita Dan Setor Rp 2,25 M Hasil Korupsi Dana PKBM ke Negara

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:07 WIB

RSUD Grati Buka Klinik Orthopedi, Direktur: Komitmen Kami Beri Pelayanan Sepenuh Hati

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:09 WIB

RSUD Bangil Torehkan Prestasi Global, Raih Penghargaan Penanganan Stroke Kelas Dunia

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:14 WIB

Dinkes Pastikan Susu MBG dari Pasuruan Lolos Standar BPOM dan Aman Dikonsumsi

Berita Terbaru