PASURUAN| KABARNEWSDAY– Media Suara Rakyat +62 (sering dikenal dengan akronim JSR – Jeritan Suara Rakyat) merayakan hari jadinya yang pertama dengan penuh khidmat. Mengusung semangat dedikasi dalam dunia informasi, menggelar acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) perdana di Hotel Semeru, Kota Pasuruan, pada Sabtu 14/02/2026
Perjalanan satu tahun ini dinilai penuh makna, di mana media tersebut terus berupaya menjadi wadah informasi yang tajam, terpercaya, dan menjadi penyambung lidah bagi masyarakat luas.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang internal, tetapi juga dihadiri oleh berbagai elemen penting di Kota Pasuruan. Tampak hadir dalam undangan:
• Imam Subekti, Kepala Dinas Kominfo Kota Pasuruan.
• Ayi Suhaya, Tokoh Masyarakat, Ketua GM-FKPPI Pasuruan, sekaligus Wagub LIRA Jatim.
• Perwakilan NGO/LSM.
• Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas).
• Advokat serta puluhan jurnalis dari berbagai media.
Menandai rasa syukur atas eksistensinya, Suara Rakyat +62 tidak hanya menggelar seremoni formal. Acara diwarnai dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan piatu. Suasana haru menyelimuti ruangan saat santunan diberikan satu per satu sebagai bentuk kepedulian media terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
Dalam sambutannya, Ayi Suhaya memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Suara Rakyat +62 selama setahun terakhir. Ia menekankan pentingnya sinergitas antara media dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan, serta sesama insan pers.
“Terus berinovasi dan kreatif dalam penyampaian informasi yang mengedukasi. Jaga marwah jurnalisme dengan pemberitaan berbasis data, fakta akurat, dan narasumber kredibel agar menjadi jembatan aspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ayi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kominfo Imam Subekti menambahkan harapannya agar media ini tetap menjaga kedekatan dengan rakyat Pasuruan namun mampu berbicara di kancah nasional. Kehadiran pemerintah dalam acara ini juga menjadi simbol dukungan terhadap kebebasan pers yang bertanggung jawab.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberlanjutan media Suara Rakyat +62 dalam mengawal demokrasi serta mendukung pembangunan daerah di masa mendatang.( Hil )









