Antara Persekabpas Dijanjikan Milik Rakyat dan Pasuruan United Milik Swasta

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI FORMAT PASURUAN — SERI 8

PASURUAN| KABARNEWSDAY – DUA KLUB, DUA SEJARAH:

PERSEKABPAS DENGAN LASKAR SAKERA, PASURUAN UNITED (EKS PERSEMA 1953 MALANG)

Bayangkan ada dua klub.

Satu lahir dan tumbuh di Kabupaten Pasuruan selama puluhan tahun. Satu lagi memiliki akar sejarah dari Malang dan baru menggunakan identitas Pasuruan beberapa tahun terakhir.

Satu menyandang julukan Laskar Sakera sejak 1985. Satu lagi berawal dari Persema 1953, sebelum berganti nama dan bermigrasi menjadi Pasuruan United pada 2022.

Dua klub. Dua perjalanan. Dua sejarah yang berbeda.

PERSEKABPAS: 41 TAHUN MENJADI BAGIAN DARI PASURUAN

Perserikatan Sepak Bola Kabupaten Pasuruan (Persekabpas), berjuluk Laskar Sakera, resmi berdiri pada 28 Agustus 1985.

Klub ini pernah mencatatkan perjalanan yang membanggakan. Setelah menjuarai Divisi II Liga Indonesia tahun 2003 dan promosi ke Divisi I, Persekabpas mencapai puncak prestasinya pada Divisi Utama Liga Indonesia 2006 dengan menembus babak semifinal sebelum dihentikan PSIS Semarang di Stadion Manahan, Solo.

Perjalanan berikutnya memang tidak selalu mulus. Namun, Persekabpas kembali menunjukkan kebangkitan melalui prestasi di Liga 3 Jawa Timur, termasuk menjadi runner-up pada 2018 dan kembali bersaing di papan atas kompetisi regional.

Baca Juga :  Pemkab Pasuruan Dan Kantor Bea Cukai Bersinergi Dengan TNI/Polri Untuk Musnahkan Barang Ilegal 

Kini Persekabpas dikelola oleh PT Pasuruan Bangkit Bersama dan diarahkan menjadi klub milik daerah melalui skema BUMD. Namun hingga saat ini, peta jalan menuju status tersebut belum dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat, sebagaimana telah dibahas dalam Seri 2 dan Seri 6.

PASURUAN UNITED: IDENTITAS PASURUAN SEJAK 2022

Cikal bakal Pasuruan United berasal dari Persema 1953, klub yang dibentuk Askot PSSI Kota Malang pada 2013 di tengah situasi dualisme sepak bola nasional.

Klub tersebut kemudian berganti nama menjadi AFA Syailendra pada 2021. Setelah terjadi perubahan kepemilikan dan domisili yang disahkan melalui mekanisme PSSI Jawa Timur pada 2022, klub tersebut resmi menggunakan nama Pasuruan United.

Dengan demikian, akar historis Pasuruan United berasal dari Persema 1953 Malang, sedangkan identitas sebagai klub Pasuruan mulai digunakan sejak 2022.

Selama masih menggunakan nama Persema 1953, basis dukungan klub ini juga banyak berasal dari kalangan Ngalamania, kelompok suporter yang selama ini identik dengan Persema Malang.

Hal lain yang menarik, home base reguler Pasuruan United berada di Stadion Untung Suropati, Kota Pasuruan. Adapun Stadion Pogar milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan digunakan ketika menjadi tuan rumah pada putaran nasional Liga 4.

Baca Juga :  Segenap Pimpinan Dan Sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan Mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1445 H/2025

DUA IDENTITAS, DUA CERITA

Empat puluh satu tahun perjalanan Persekabpas dengan identitas Laskar Sakera tentu memiliki nilai historis tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Di sisi lain, Pasuruan United sedang membangun sejarahnya sendiri sebagai klub yang mengusung nama Pasuruan sejak 2022, dengan akar perjalanan yang berasal dari Persema 1953 Malang.

Keduanya tidak perlu dipertentangkan.

Justru karena memiliki sejarah yang berbeda, keduanya layak dihormati sesuai perjalanan masing-masing.

Pertanyaan yang patut didiskusikan bukanlah siapa yang lebih hebat, melainkan bagaimana pemerintah daerah memosisikan dan memberikan pengakuan terhadap dua klub yang memiliki latar belakang, identitas, dan sejarah yang berbeda.

Apalagi ketika satu klub selama puluhan tahun telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Kabupaten Pasuruan, sementara klub lainnya hadir membawa semangat baru dengan sejarah yang berbeda.

Pada akhirnya, sejarah bukan untuk diperebutkan.

Sejarah adalah perjalanan yang layak dihormati apa adanya.

Berita Terkait

Kejari Pasuruan Musnahkan 5,2 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Pil Terlarang
Tanah Hijau Bajangan Masuk Ranah Tipikor, Pj Kades Mangkir Panggilan Pertama Penyidik
Dinkes P2KB Pasuruan Perkuat Edukasi KB, Tegaskan Tanggung Jawab Bersama Wujudkan Keluarga Berkualitas
DKP3 Kabupaten Pasuruan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis, Lindungi Hewan dan Kesehatan Masyarakat
Dinas Kesehatan Pasuruan Gelar Operasi Katarak Gratis, 200 Warga Jalani Tindakan di RSUD Grati
RSUD Grati Layani 200 Pasien dalam Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis
PAT Melonjak hingga 1.600 Persen, FORMAT Desak DPRD Pasuruan Buka Data Penerima Keringanan Pajak
Pemkab Pasuruan Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Lima Raperda Non-APBD 2026 Masuk Tahap Pembahasan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Kejari Pasuruan Musnahkan 5,2 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Pil Terlarang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Tanah Hijau Bajangan Masuk Ranah Tipikor, Pj Kades Mangkir Panggilan Pertama Penyidik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Dinkes P2KB Pasuruan Perkuat Edukasi KB, Tegaskan Tanggung Jawab Bersama Wujudkan Keluarga Berkualitas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:22 WIB

DKP3 Kabupaten Pasuruan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis, Lindungi Hewan dan Kesehatan Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Dinas Kesehatan Pasuruan Gelar Operasi Katarak Gratis, 200 Warga Jalani Tindakan di RSUD Grati

Berita Terbaru

TNI & Polri

Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 03:03 WIB