Dekat Kawasan Industri PIER, SMKN Rembang Pasuruan Perkuat Kompetensi Lulusan Siap Kerja

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 20:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN | Kabarnewsday.com– Berada di wilayah yang berdekatan dengan kawasan industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), SMK Negeri Rembang Pasuruan terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi untuk mencetak lulusan yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja.

SMK Negeri Rembang yang dikenal dengan sebutan REVOS (Rembang Vocational School) melihat keberadaan kawasan industri sebagai tantangan sekaligus peluang. Pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia yang terampil mendorong sekolah untuk terus menyesuaikan pembelajaran dengan tuntutan dunia kerja.

Berbagai langkah dilakukan SMKN Rembang untuk memastikan siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan teknis, karakter dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan industri.

Kepala SMKN Rembang Pasuruan, Widiafatma Rusita, S.P., mengatakan sekolah secara konsisten mempersiapkan siswa agar memiliki bekal yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Sekolah menyiapkan siswa agar siap memasuki industri melalui penguatan karakter atau soft skills, penguatan kompetensi sesuai jurusan atau hard skills, serta penguasaan bahasa asing,” ujar Widiafatma.

Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia industri yang terus berubah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Sekolah menjalin kemitraan dengan industri pasangan untuk memastikan kompetensi yang diajarkan, materi praktik hingga penggunaan peralatan dapat mengikuti perkembangan teknologi di lapangan.

Baca Juga :  Dalam Rapat Sidang Paripurna,Ketua Dewan Kabupaten Pasuruan Sampaikan LKPJ Tahun 2025

Dari sisi keterampilan, siswa dibekali kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing. SMKN Rembang memiliki sejumlah kompetensi keahlian, di antaranya Teknik Pemesinan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Kimia Industri dan Desain Busana.

Namun, kemampuan teknis tidak menjadi satu-satunya fokus sekolah. Penguatan soft skills dan karakter juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Kedisiplinan, etika kerja, budaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), kemampuan berkomunikasi serta kerja sama tim terus ditanamkan kepada siswa.

Pembinaan karakter dilakukan melalui penerapan tata tertib sekolah serta kegiatan pembinaan yang melibatkan pihak eksternal, termasuk Koramil. Untuk memperkuat pemahaman mengenai budaya industri, sekolah juga menghadirkan narasumber dari kalangan industri maupun mitra lainnya.

Penguasaan bahasa asing turut mendapat perhatian. Selain kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Inggris, Bahasa Jepang diberikan sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas XI dan XII. Hal ini menjadi bekal tambahan bagi siswa untuk menghadapi peluang kerja yang membutuhkan kemampuan komunikasi dalam bahasa asing.

Selain pembelajaran di sekolah, siswa juga mendapatkan pengalaman langsung melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL). Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat mengenal budaya kerja, menerapkan keterampilan yang telah dipelajari sekaligus memahami tuntutan dan tanggung jawab di lingkungan industri.

Untuk memastikan kompetensi siswa dapat diukur dan terdokumentasi, sekolah juga melaksanakan uji kompetensi pada setiap jenjang yang hasilnya dituangkan dalam skill passport.

Baca Juga :  PH Bantal Harvest Gugat Polresta Pasuruan

Siswa juga dibekali sertifikasi kompetensi melalui LSP jejaring maupun Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) yang bekerja sama dengan industri. Sertifikasi melalui LSP memberikan pengakuan kompetensi melalui skema BNSP, sedangkan sertifikat UKK diperoleh melalui proses uji kompetensi bersama pihak industri.

Tak hanya kompetensi kejuruan, siswa juga mendapat kesempatan mengikuti sertifikasi kemampuan Bahasa Inggris melalui TOEIC sebagai salah satu bukti kemampuan bahasa yang dapat menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja.

Sementara itu, Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN Rembang terus berperan dalam membantu menghubungkan lulusan dengan dunia industri. BKK memberikan informasi lowongan pekerjaan, membantu proses penyaluran tenaga kerja, memberikan bimbingan karier serta mempersiapkan siswa menghadapi proses rekrutmen dan wawancara.

Widiafatma menambahkan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah membangun lulusan yang memiliki keseimbangan antara kemampuan teknis dan karakter.

“Harapan kami, lulusan SMKN Rembang memiliki kompetensi yang kuat sesuai bidangnya, memiliki karakter yang baik, mampu berkomunikasi, menguasai bahasa asing dan siap beradaptasi ketika masuk ke dunia industri,” tambahnya.

Dengan mengusung semangat REVOS MANTAP (Mandiri, Tangguh, Adaptif, Profesional), SMKN Rembang Pasuruan terus berkomitmen memperkuat pendidikan vokasi agar lulusannya mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun menghadapi peluang kerja di lingkungan industri yang semakin kompetitif.

SMK Bisa, SMK Hebat. REVOS MANTAP, siap mencetak lulusan mandiri, tangguh, adaptif dan profesional.

 

Penulis : Hilda

Berita Terkait

Kejari Pasuruan Musnahkan 5,2 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Pil Terlarang
Tanah Hijau Bajangan Masuk Ranah Tipikor, Pj Kades Mangkir Panggilan Pertama Penyidik
Dinkes P2KB Pasuruan Perkuat Edukasi KB, Tegaskan Tanggung Jawab Bersama Wujudkan Keluarga Berkualitas
DKP3 Kabupaten Pasuruan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis, Lindungi Hewan dan Kesehatan Masyarakat
Dinas Kesehatan Pasuruan Gelar Operasi Katarak Gratis, 200 Warga Jalani Tindakan di RSUD Grati
RSUD Grati Layani 200 Pasien dalam Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis
PAT Melonjak hingga 1.600 Persen, FORMAT Desak DPRD Pasuruan Buka Data Penerima Keringanan Pajak
Pemkab Pasuruan Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Lima Raperda Non-APBD 2026 Masuk Tahap Pembahasan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Kejari Pasuruan Musnahkan 5,2 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Pil Terlarang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Tanah Hijau Bajangan Masuk Ranah Tipikor, Pj Kades Mangkir Panggilan Pertama Penyidik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Dinkes P2KB Pasuruan Perkuat Edukasi KB, Tegaskan Tanggung Jawab Bersama Wujudkan Keluarga Berkualitas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:22 WIB

DKP3 Kabupaten Pasuruan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis, Lindungi Hewan dan Kesehatan Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Dinas Kesehatan Pasuruan Gelar Operasi Katarak Gratis, 200 Warga Jalani Tindakan di RSUD Grati

Berita Terbaru

TNI & Polri

Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 03:03 WIB