Kemendagri Mau Bedah Dulu APBD-nya, Sebelum Percaya Alasan Pemda “Tidak Mampu Bayar Gaji” untuk P3K

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Advertisements

OPINI PUBLIK • SERI 10 PPPK

PASURUAN| KABARNEWSDAY -Kemendagri Mau Bedah Dulu APBD-nya, Sebelum Percaya Alasan Pemda “Tidak Mampu Bayar Gaji” untuk P3K

Sembilan seri sebelumnya, FORMAT Pasuruan bertanya: kalau kondisi keuangan daerah memang “masih aman” seperti yang disampaikan Bupati Rusdi Sutejo, mengapa sebelumnya publik diberi kesan situasi begitu tertekan sampai berharap gaji PPPK ditanggung pemerintah pusat lewat DAU?

Pekan ini, jawaban atas pertanyaan itu justru datang dari Jakarta.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, daerah yang mengaku tidak mampu membayar gaji PPPK tidak akan langsung dipercaya begitu saja. “Entar dulu dong, kita akan bedah dulu APBD-nya. Sudah melakukan efisiensi belum?” kata Tito di kompleks parlemen, Kamis (16/7).

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi RSUD Grati Kolaborasi Dengan UNAIR Di Bidang Pendidikan 

Kemendagri bahkan memberi contoh konkret: Kabupaten Lahat berhasil menghemat hingga Rp400 miliar dengan memangkas perjalanan dinas, biaya rapat, dan biaya pemeliharaan yang dinilai berlebihan — lalu mengalihkan penghematan itu untuk membayar gaji pegawai. Baru kalau efisiensi dan penggenjotan PAD sudah benar-benar dilakukan dan tetap tidak cukup, Kemendagri akan mempertimbangkan mengusulkan top-up DBH dari Kementerian Keuangan.

Artinya, urutan yang benar adalah: efisiensi dulu, genjot PAD dulu, baru minta bantuan pusat. Bukan sebaliknya.

Pertanyaan itu sekarang berlaku juga untuk Kabupaten Pasuruan. Sudahkah dilakukan audit menyeluruh terhadap belanja proyek fisik yang ugal-ugalan, perjalanan dinas termasuk ke jogja acara Bimtek BKPSDM, belanja rapat, dan belanja pemeliharaan di seluruh OPD — sebelum gaji PPPK disebut sebagai beban yang perlu dialihkan ke pusat? Kalau belum, atas dasar apa harapan bantuan DAU itu disampaikan ke publik?

Baca Juga :  Segenap Pimpinan Dan Sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan Mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1445 H/2025

FORMAT Pasuruan sudah menunjukkan di Seri 6 bahwa belanja pegawai naik Rp197,69 miliar. Kalau Kabupaten Lahat saja bisa menemukan penghematan Rp400 miliar dari pos-pos non-esensial, sudahkah Pemkab Pasuruan melakukan pemetaan serupa? Berapa besar potensi efisiensi proyek fisik yang ugal-ugalan, dari perjalanan dinas, rapat, dan pemeliharaan di Pasuruan yang belum tersentuh?

PPPK Pasuruan tidak butuh narasi yang berubah-ubah. Mereka butuh kepastian bahwa daerahnya sudah melakukan bagian yang menjadi tanggung jawabnya sendiri, sebelum menunjuk pemerintah pusat sebagai solusi.

 

Berita Terkait

Persekabpas Terlalu Bersejarah Untuk Dibiarkan Status  Bayangkan Sebuah Klub
Transparansi dan Akuntabilitas ASN di Kabupaten Pasuruan
DKP3 Pasuruan Salurkan Bibit Jagung dan Dampingi Petani di Rembang Bersama Polsek
Percepat Pelayanan Publik,RSUD Bangil Luncurkan Inovasi Brilian Transjimat dan Fast Drug Pos
RSUD Grati Raih Penghargaan Radar Bromo Award 2026 Berkat Inovasi SI PINTER SAKTI
DPRD Kabupaten Pasuruan Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2025 
Gubernur Khofifah Ingatkan Peserta Lolos SPMB Jatim Segera Daftar Ulang, Jalur Pemenuhan Kuota Dibuka 29 Juni
Pemkot Pasuruan Gelar Turnamen Bola Basket Walikota Cup cake 3×3 Tahun 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:58 WIB

Kemendagri Mau Bedah Dulu APBD-nya, Sebelum Percaya Alasan Pemda “Tidak Mampu Bayar Gaji” untuk P3K

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:47 WIB

Persekabpas Terlalu Bersejarah Untuk Dibiarkan Status  Bayangkan Sebuah Klub

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:03 WIB

Transparansi dan Akuntabilitas ASN di Kabupaten Pasuruan

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:06 WIB

DKP3 Pasuruan Salurkan Bibit Jagung dan Dampingi Petani di Rembang Bersama Polsek

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:36 WIB

Percepat Pelayanan Publik,RSUD Bangil Luncurkan Inovasi Brilian Transjimat dan Fast Drug Pos

Berita Terbaru