Jejak Perjuangan Pak Sakera Kembali diKenang, Seniman Jatim Ziarah diBangil

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN | Kabarnewsday.com— Momentum menjelang peringatan Hari Kemerdekaan dimanfaatkan para pelaku seni dan budaya untuk kembali mengingat sosok yang lekat dengan sejarah perjuangan masyarakat Pasuruan, Pak Sakera.

Minggu (16/8/2026), puluhan seniman dan budayawan dari berbagai wilayah Jawa Timur berkumpul di kompleks makam Sagiman di Bekacak, Kelurahan Kolursari, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Kedatangan mereka diisi dengan doa bersama dan tabur bunga.

Rombongan yang hadir berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Pasuruan, Malang, Mojokerto, Sidoarjo hingga Surabaya. Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk mengenang perjuangan sekaligus menjaga cerita sejarah Pak Sakera agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Ketua Forum Pamong Kebudayaan (FPK), Ki Bagong Sabdo Sinukarto, menuturkan bahwa kegiatan mengenang Pak Sakera bukan agenda yang baru dilakukan. Gerakan tersebut telah dibangun sejak 2010 dan terus dilaksanakan secara berkala.

Ada tiga momentum yang selama ini menjadi agenda utama. Selain kegiatan setiap menjelang Hari Kemerdekaan, para seniman dan budayawan juga menggelar peringatan Hari Pahlawan pada November serta tradisi Nyadran menjelang datangnya bulan Ramadan.

Baca Juga :  Tuduhan Tambang Ilegal Desa Linggo, CV Mandira Jayu Sentosa Bantah Tegaskan Miliki Izin SIPB Resmi

Bagi Ki Bagong, keberadaan makam tersebut memiliki arti penting karena menjadi salah satu tempat untuk mengingat kembali perjalanan hidup dan perjuangan tokoh yang oleh masyarakat lebih populer dengan nama Pak Sakera.

Ia juga mengungkap adanya kekeliruan yang masih sering ditemui terkait identitas tokoh tersebut. Nama Sagiman merupakan nama asli sosok yang dimakamkan di Bekacak. Sementara Sakera sebenarnya adalah nama putranya.

“Pada zaman dahulu, orang tua sering dipanggil dengan nama anaknya. Karena anaknya bernama Sakera, Sagiman kemudian dikenal masyarakat sebagai Pak Sakera,” terangnya.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT), Ki Suroso. Menurutnya, upaya mengenang tokoh lokal melalui kegiatan budaya memiliki manfaat lebih luas karena dapat menjadi sarana memperkenalkan sejarah kepada masyarakat.

Baca Juga :  Forum DAS Wrati Bersihkan Sungai Yang Dipenuhi Eceng Gondok Secara Manual Dan Mandiri

Ia menilai kesenian tradisional, termasuk ludruk, memiliki peran besar dalam menjaga ingatan masyarakat terhadap tokoh-tokoh perjuangan. Nama Pak Sakera, Joko Sambang hingga Sawunggaling, misalnya, cukup dikenal luas melalui cerita dan pertunjukan kesenian rakyat.

Kegiatan di makam Pak Sakera tersebut turut diikuti anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Komunitas Pencak Sakera, Pemuda Panca Marga dan Matra Sidoarjo.

Tak hanya melakukan ziarah, peserta juga menghadirkan pembacaan puisi yang dibawakan sastrawan Pasuruan, Opick. Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penghijauan di lingkungan makam.

Wakil Ketua FPK Pasuruan, dr. Crhistian Tanaya, mengawali penanaman pohon yang selanjutnya diikuti sejumlah peserta dan undangan.

Bagi para seniman dan budayawan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan tokoh daerah perlu terus dirawat. Bukan hanya melalui tulisan dan cerita, tetapi juga melalui kegiatan budaya yang dapat mempertemukan masyarakat dengan jejak sejarah secara langsung.

Penulis : Hilda

Berita Terkait

SPBU Raci Disorot, Dugaan Penyalahgunaan Pertalite Bersubsidi Terungkap Polres Pasuruan
Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Berlarut, Ahli Waris Siapkan Langkah Hukum Lanjutan
Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Bergulir di Pengadilan, Ahli Waris Desak Pemkot Pasuruan Beri Kepastian
Aktivitas Tambang di Lemahbang Disorot, CV Mutiara Timur Diduga Beroperasi di Luar WIUP
Anniversary Ke-7 Lumbung Berita, Salurkan Santunan untuk Yatim dan Dhuafa
Pakal Jaya Randusari Raih Juara 1 Purworejo Night Carnival 2026
Terbongkar! Tanah Hijau Desa Bajangan Diduga Disewakan, Uang Sewa Diakui untuk Pribadi
Tanah Kantor Kelurahan Bukir Digugat, Advokat Rius Sagitarius Pertanyakan Dasar Tukar-Menukar 1976
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:16 WIB

SPBU Raci Disorot, Dugaan Penyalahgunaan Pertalite Bersubsidi Terungkap Polres Pasuruan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Berlarut, Ahli Waris Siapkan Langkah Hukum Lanjutan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Bergulir di Pengadilan, Ahli Waris Desak Pemkot Pasuruan Beri Kepastian

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Aktivitas Tambang di Lemahbang Disorot, CV Mutiara Timur Diduga Beroperasi di Luar WIUP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Anniversary Ke-7 Lumbung Berita, Salurkan Santunan untuk Yatim dan Dhuafa

Berita Terbaru

TNI & Polri

Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 03:03 WIB