Aroma Mafia Tanah di Curah Dukuh, Kuasa Hukum Warga Tantang PT SIER Buka-Bukaan Data

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN | KABARNEWSDAY– Polemik sengketa tanah seluas kurang lebih 22 hektare di Desa Curah Dukuh, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, kembali membara. Warga yang mengklaim sebagai pemilik sah kini mulai kehilangan kesabaran.

Melalui kuasa hukumnya, Mustain Marzuki Widodo, S.H. & Partners, warga melayangkan kritik keras terhadap sikap pasif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan yang dinilai sengaja menutup mata atas penderitaan rakyat selama tiga dekade.

Kasus yang terkatung-katung selama 31 tahun ini kembali mencuat setelah pihak kuasa hukum mengirimkan surat resmi kepada Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan pada 17 Juni 2026. Langkah ini diambil untuk mendesak pemerintah daerah agar segera turun tangan menyelesaikan konflik berkepanjangan antara warga dengan PT SIER/PIER.

Kuasa hukum warga, Mustain Marzuki Widodo, S.H., menegaskan bahwa secara legalitas, masyarakat Desa Curah Dukuh berada di posisi yang sah. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Pengadilan Tinggi Surabaya dalam permohonan banding atas putusan PN Bangil Pasuruan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) pada 28 Juni 1995, lahan tersebut mutlak dimenangkan oleh warga.

“Putusan hukum sudah jelas sejak tahun 1995. Warga Curah Dukuh adalah pemenang yang sah. Namun ironisnya, selama 31 tahun masyarakat dibuat resah karena hak mereka tidak kunjung dikembalikan. Kemana taring hukum dan keadilan di Pasuruan?” ujar Mustain dengan nada tinggi, Rabu (01/07/2026).

Baca Juga :  Tanah Kantor Kelurahan Bukir Digugat, Advokat Rius Sagitarius Pertanyakan Dasar Tukar-Menukar 1976

Kekecewaan pihak warga semakin memuncak setelah menerima surat balasan dari Inspektorat Kabupaten Pasuruan. Dalam surat tersebut, Inspektorat menyatakan tidak dapat memfasilitasi penyelesaian sengketa karena mengklaim hal itu berada di luar Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) mereka.

Mustain langsung bereaksi keras atas jawaban tersebut. Ia meluruskan bahwa surat yang dikirimkan ke Inspektorat hanyalah bersifat tembusan, sementara tuntutan utama ditujukan langsung kepada pucuk pimpinan daerah.

“Kami tahu tupoksi mereka. Surat utama itu kami kirim ke Ketua DPRD dan Bupati sebagai pemegang kebijakan tertinggi! Kami memohon agar mereka mengawasi kinerja mulai dari Kepala Desa, Camat, hingga jajaran di atasnya. Rakyat ini resah, mau mengadu ke siapa lagi kalau bukan ke pemerintah daerah? Jangan sampai para pejabat daerah menutup mata!” tegas Mustain.

Lebih jauh, Mustain menengarai adanya indikasi kuat keterlibatan mafia tanah yang membuat proses penyelesaian ini menjadi sangat rumit dan berbelit-belit. Ia menyoroti proses pembebasan lahan di masa lalu yang dinilainya cacat hukum karena melibatkan “Tim 9″—sebuah tim bentukan birokrasi masa lalu yang bertugas meloloskan pembebasan lahan.

Baca Juga :  Pos Kamling RT 03 RW 07 Taman Asri 2 Wirogunan Ikuti Lomba Tingkat Kecamatan Kota Pasuruan

Ia juga menantang pihak PT SIER/PIER untuk membuka data secara transparan di hadapan publik. Mustain menceritakan pengalamannya saat diundang oleh pihak SIER dan dihadapkan dengan tim pengacara mereka.

“Kami pernah diundang oleh pihak SIER. Mereka membawa pengacara-pengacara mereka, tapi lucunya, mereka sama sekali tidak bisa menunjukkan data otentik kepemilikan. Cuma ajakan ngobrol biasa. Di mana profesionalismenya?” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Mustain meminta agar dilakukan pengusutan tuntas terhadap keterlibatan pejabat-pejabat terdahulu yang membidani pembebasan lahan sepihak tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemkab Pasuruan hari ini tidak bisa lepas tangan atas dosa birokrasi masa lalu.

“Kejadian ini murni menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah Kabupaten Pasuruan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di daerah. Jangan sampai rakyat kecil terus-menerus dikorbankan demi syahwat kepentingan korporasi atau segelintir oknum. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai hak warga Curah Dukuh kembali sepenuhnya,” pungkasnya.(Hil)

Berita Terkait

SPBU Raci Disorot, Dugaan Penyalahgunaan Pertalite Bersubsidi Terungkap Polres Pasuruan
Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Berlarut, Ahli Waris Siapkan Langkah Hukum Lanjutan
Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Bergulir di Pengadilan, Ahli Waris Desak Pemkot Pasuruan Beri Kepastian
Aktivitas Tambang di Lemahbang Disorot, CV Mutiara Timur Diduga Beroperasi di Luar WIUP
Anniversary Ke-7 Lumbung Berita, Salurkan Santunan untuk Yatim dan Dhuafa
Pakal Jaya Randusari Raih Juara 1 Purworejo Night Carnival 2026
Terbongkar! Tanah Hijau Desa Bajangan Diduga Disewakan, Uang Sewa Diakui untuk Pribadi
Tanah Kantor Kelurahan Bukir Digugat, Advokat Rius Sagitarius Pertanyakan Dasar Tukar-Menukar 1976
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:16 WIB

SPBU Raci Disorot, Dugaan Penyalahgunaan Pertalite Bersubsidi Terungkap Polres Pasuruan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Berlarut, Ahli Waris Siapkan Langkah Hukum Lanjutan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Bergulir di Pengadilan, Ahli Waris Desak Pemkot Pasuruan Beri Kepastian

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Aktivitas Tambang di Lemahbang Disorot, CV Mutiara Timur Diduga Beroperasi di Luar WIUP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Anniversary Ke-7 Lumbung Berita, Salurkan Santunan untuk Yatim dan Dhuafa

Berita Terbaru

TNI & Polri

Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 03:03 WIB