Satreskrim Polres Pasuruan Kota Memediasi Kasus Dugaan Bullying Berakhir Damai

- Jurnalis

Jumat, 25 Oktober 2024 - 09:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN KOTA | Kabarnewsday – Satreskrim Polres Pasuruan Kota memediasi kasus dugaan tindak pidana kekerasan psikis atau perundungan terhadap seorang siswa di SMA 4 Pasuruan. Kasus yang mengemuka akibat laporan dari pihak keluarga korban ini berakhir dengan kesepakatan damai melalui mekanisme restorative justice (RJ) . (24/10/24).

Perwakilan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jawa Timur turut menghadiri mediasi tersebut. Sebagai bentuk pendampingan dan pengawasan terhadap perlindungan anak.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Choirul Mustofa SH., MH., menyatakan kasus dugaan perundungan tersebut bermula dari laporan pelapor. Ia menyatakan anaknya mengalami tekanan psikis akibat tindakan bullying dari sejumlah siswa lain di sekolah.

“Menanggapi laporan tersebut, Sat Reskrim Polres Pasuruan Kota segera melakukan penanganan awal dan mengupayakan penyelesaian melalui jalur kekeluargaan, dengan tetap melibatkan pihak-pihak terkait.” Ucap Kasat Reskrim.

“Dalam mediasi yang digelar di Mapolres Pasuruan Kota, pihak pelapor, terlapor, serta perwakilan dari Komnas PA Jawa Timur dan pihak sekolah hadir untuk mencari solusi yang mengedepankan keadilan dan pemulihan hubungan antara korban dan pelaku.” Ujar Iptu Choirul.

Baca Juga :  Polisi Amankan 8 Tersangka Kasus Pesta Kembang Api Berujung Maut di Pamekasan

Pihak pelapor Ribut Kustiani yang merupakan orang tua korban. Meyatakan bersedia menyelesaikan perkara ini dengan cara kekeluargaan setelah melalui pembicaraan, fasilitas dari pihak kepolisian.

“Kami memutuskan untuk menyelesaikan kasus ini dengan restorative justice demi kebaikan semua pihak, terutama untuk masa depan anak-anak kami, serta berharap dengan adanya kesepakatan ini, para pelaku dapat memahami dampak negatif dari tindakan mereka dan tidak mengulanginya di masa depan.” Ucap Kustiani.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara S.I.K., M.I.Kom., juga menyampaikan bahwa pendekatan restorative justice diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk usia para pelaku yang masih tergolong anak di bawah umur.

Baca Juga :  Tim Ombudsman Republik Indonesia Kunjungi Polres Pasuruan Kota

“Tujuan utama kami adalah memberikan pemahaman dan pembinaan, agar semua pihak yang terlibat dapat memahami kesalahan mereka dan tidak mengulanginya lagi. Kami ingin menyelesaikan masalah ini dengan bijak dan mengedepankan perlindungan anak.” Ucap Kapolres.

Kemudian hasil mediasi ini telah mendapat kesepakatan, bahwa pihak terlapor dan keluarganya akan memberikan permohonan maaf kepada korban dan keluarganya secara tertulis serta komitmen untuk tidak mengulangi tindakan serupa. Selain itu, pihak sekolah juga akan melakukan pengawasan ketat terhadap perilaku siswa untuk mencegah terulangnya kasus perundungan.

Dengan selesainya kasus ini melalui mekanisme restorative justice. Harapannya dapat tercipta kesadaran dari kalangan siswa. Tentang pentingnya menghargai sesama dan menghindari tindakan yang dapat menyakiti secara fisik maupun psikis.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap potensi bullying di lingkungan sekolah.(Hil)

Berita Terkait

Polres Pasuruan Bersama Bhayangkari Salurkan Air Bersih dan Bansos untuk Warga Jatiarjo
Polres Pasuruan Ungkap Dugaan Penyelewengan Pertalite, 250 Liter Dijual per Hari
Polres Pasuruan Bongkar Dugaan Pengoplosan LPG Subsidi, 377 Tabung dan Satu Truk Disita
Kapolres Pasuruan Pantau Perkembangan Karhutla di Gunung Ringgit dan Arjuno, Pastikan Penanganan Berjalan
Kapolres Pasuruan Hadiri Majelis Subuhan Al-Busyro, Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Kapolres Pasuruan Hadiri Salat Istisqa di Ponpes Dalwa, Bersama Santri Panjatkan Doa Memohon Hujan Berkah
Duka Karhutla TNBTS, Kapolres Pasuruan Sambangi Keluarga Korban untuk Sampaikan Belasungkawa
Diduga Dianiaya Dua Perangkat Desa Ngantungan, Tohari Mengaku Pingsan dan Diminta Denda Rp20 Juta
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Polres Pasuruan Bersama Bhayangkari Salurkan Air Bersih dan Bansos untuk Warga Jatiarjo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Polres Pasuruan Ungkap Dugaan Penyelewengan Pertalite, 250 Liter Dijual per Hari

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Polres Pasuruan Bongkar Dugaan Pengoplosan LPG Subsidi, 377 Tabung dan Satu Truk Disita

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:19 WIB

Kapolres Pasuruan Pantau Perkembangan Karhutla di Gunung Ringgit dan Arjuno, Pastikan Penanganan Berjalan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:13 WIB

Kapolres Pasuruan Hadiri Majelis Subuhan Al-Busyro, Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Berita Terbaru