Kadis Dispendik Tanggapi Serius Dugaan Dua Oknum ASN Mesum Diarea Perkantoran Raci

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Advertisements

PASURUAN|KABARNEWSDAY –Dugaan tindakan tidak pantas yang menyeret dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan menjadi perbincangan hangat warga. Peristiwa yang terjadi di area parkir Kompleks Perkantoran Raci, Bangil, Rabu (06/05/2026) sore itu viral usai video dan informasi terkait kejadian beredar luas di media sosial.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, petugas Satpol PP awalnya menaruh curiga terhadap sebuah mobil yang terparkir cukup lama sekitar pukul 15.00 WIB. Saat dilakukan pengecekan, dua pegawai Dispendik berinisial HD dan AL diketahui berada di dalam kendaraan tersebut dalam kondisi panik.

Kabar itu pun memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat, terlebih muncul isu yang menyebut kendaraan tersebut merupakan mobil dinas serta adanya dugaan perbuatan asusila di dalam mobil.

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, S.Sos., M.M., memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa kendaraan yang digunakan bukan kendaraan operasional pemerintah, melainkan mobil pribadi milik salah satu pegawai.

“Saya perlu garis bawahi, itu bukan mobil dinas seperti yang banyak ditulis, melainkan mobil pribadi. Mereka itu baru saja selesai rapat dan makan di luar,” ujar Tri Krisni, Jumat (08/05/2026).

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Pasuruan Setujui KUA PPAS 2024-2025

Meski demikian, pihak Dispendik tidak menutup mata terhadap kegaduhan yang terjadi.

Tri Krisni menyebut pihaknya langsung melakukan pembinaan internal dan koordinasi bersama Satpol PP guna mendalami kejadian tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal dan rekaman video yang beredar, belum ditemukan bukti kuat yang mengarah pada tindakan asusila sebagaimana yang ramai diperbincangkan publik.

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, S.Sos., M.M., memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa kendaraan yang digunakan bukan kendaraan operasional pemerintah, melainkan mobil pribadi milik salah satu pegawai.

“Saya perlu garis bawahi, itu bukan mobil dinas seperti yang banyak ditulis, melainkan mobil pribadi. Mereka itu baru saja selesai rapat dan makan di luar,” ujar Tri Krisni, Jumat (08/05/2026).

Meski demikian, pihak Dispendik tidak menutup mata terhadap kegaduhan yang terjadi.

Tri Krisni menyebut pihaknya langsung melakukan pembinaan internal dan koordinasi bersama Satpol PP guna mendalami kejadian tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal dan rekaman video yang beredar, belum ditemukan bukti kuat yang mengarah pada tindakan asusila sebagaimana yang ramai diperbincangkan publik.

“Video yang beredar tidak menunjukkan aktivitas tersebut, yang ada hanya bukti tisu di dalam mobil. Kami tidak bisa mengira-ngira tanpa bukti medis yang konkret. Saat diinterogasi petugas, mereka memang dalam posisi agak panik sehingga jawabannya terkesan asal-asalan,” jelasnya.

Baca Juga :  Orasi Dijalur Maut jalan Gatot Subroto,Ayik Suhaya Desak Pemkot Untuk Segera Lakukan Tindakan 

Diketahui, HD merupakan pegawai di Bidang SMP dan telah berkeluarga, sedangkan AL yang bertugas di bagian sekretariat masih berstatus lajang.

Keduanya disebut bekerja di bidang berbeda dalam lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.

Meski belum ada kepastian terkait dugaan pelanggaran asusila, proses penanganan disiplin terhadap keduanya tetap berjalan.

Seluruh hasil pemeriksaan internal telah diserahkan ke BKPSDM Kabupaten Pasuruan untuk diproses sesuai aturan kepegawaian yang berlaku.

“Seluruh berkas pemeriksaan sudah kami limpahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pasuruan. Sanksi disiplin jelas sudah menunggu, namun proses di BKPSDM membutuhkan waktu karena melibatkan sidang berkali-kali menyangkut nasib kepegawaian mereka,” terang Tri Krisni.

Ia pun mengaku prihatin atas peristiwa yang mencoreng citra institusi tersebut

Menurutnya, kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh ASN agar tetap menjaga etika dan profesionalisme, baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja.

“Secara keseluruhan, saya atas nama Kepala Dinas sangat prihatin dan menyesal. Masalah pribadi yang dibawa ke ranah kedinasan akhirnya membuat semuanya repot seperti ini,” tutupnya.(*)

Berita Terkait

Antara Persekabpas Dijanjikan Milik Rakyat dan Pasuruan United Milik Swasta
Proyek Fisik Fantastis atau Gaji PPPK: Pemkab Pasuruan Pilih yang Mana?
Transparansi dan Akuntabilitas ASN di Kabupaten Pasuruan 55 Persen Anggaran BKPSDM Terserap
Kemendagri Mau Bedah Dulu APBD-nya, Sebelum Percaya Alasan Pemda “Tidak Mampu Bayar Gaji” untuk P3K
Persekabpas Terlalu Bersejarah Untuk Dibiarkan Status  Bayangkan Sebuah Klub
Transparansi dan Akuntabilitas ASN di Kabupaten Pasuruan
DKP3 Pasuruan Salurkan Bibit Jagung dan Dampingi Petani di Rembang Bersama Polsek
Percepat Pelayanan Publik,RSUD Bangil Luncurkan Inovasi Brilian Transjimat dan Fast Drug Pos
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:02 WIB

Antara Persekabpas Dijanjikan Milik Rakyat dan Pasuruan United Milik Swasta

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:54 WIB

Transparansi dan Akuntabilitas ASN di Kabupaten Pasuruan 55 Persen Anggaran BKPSDM Terserap

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:58 WIB

Kemendagri Mau Bedah Dulu APBD-nya, Sebelum Percaya Alasan Pemda “Tidak Mampu Bayar Gaji” untuk P3K

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:47 WIB

Persekabpas Terlalu Bersejarah Untuk Dibiarkan Status  Bayangkan Sebuah Klub

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:03 WIB

Transparansi dan Akuntabilitas ASN di Kabupaten Pasuruan

Berita Terbaru

Daerah

49 WARGA DESA JERUK KRATON TERIMA SERTIPIKAT PTSL TAHAP II

Selasa, 21 Jul 2026 - 11:06 WIB