Format Menilai Pemkab Pasuruan Hendaknya Menjamin Adanya Kepastian Hukum Terkait Buka Segel SDN Jeladri 1

- Jurnalis

Jumat, 28 Februari 2025 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Advertisements

PASURUAN | Kabarnewsday – Kasus buka tutup Penyegelan di SDN Jeladri 1 Kecamatan Winongan oleh wakil bupati Shobih Asrori dan masyarakat selaku ahli waris kini menuai pro dan kontra dalam menyikapi permasalahan tersebut, Jumat 28 Februari 2025.

Alaikasalam yang mewakili ahli waris Arjahat mengatakan ” Berkas tanah milik orang tua saya dan tidak ada peralihan, monggo kalau pihak pemerintah adu data siapa yang jelas … kalau memang pemerintah punya surat yang kuat monggo di ambil, kalau tidak bisa membuktikan ya ganti untung, saya siap selaku ahli waris untuk adu data tanah tersebut ” ujarnya

Baca Juga :  Peringati Hari jadi Kabupaten Pasuruan,Pemkab Pasuruan Gelar Kontes Kambing 

Ketua Forum Rembuk Masyarakat (FORMAT) Pasuruan Ismail Makky mengatakan ” permasalahan ini hendaknya bisa diselesaikan dengan cara musyawarah, tanpa menunjukkan arogansi masing-masing pihak, penyelesaian melalui jalan hukum akan meninggalkan konflik berkepanjangan dan tentu juga akan mengganggu proses belajar mengajar yang cukup lama,” ujarnya

Pemkab hendaknya mampu menjawab adanya ketidakpastian hukum dalam sengketa lahan SDN 01 Jeladri, ini bukan masalah negara musuh preman atau negara harus menang pernyataan tersebut jelas provokasi, yang benar adalah negara harus hadir dalam menjamin adanya kepastian hukum melalui gugatan ke pengadilan, janganlah rakyat yang disuruh menggugat.

Baca Juga :  Ketukan Palu Satgas TMMD Ke-127 Jadi Bukti Nyata Kepedulian TNI untuk Warga

Jangan sampai terbangun stigma negara memusuhi rakyatnya, dan saya mengingatkan kepada siapa saja pembantu maupun pembisiknya untuk berhati-hati dalam memberikan informasi dan keterangan, jangan sampai Pemkab Pasuruan salah dalam mengambil keputusan karena datanya salah, saat ini publik sedang menilai kinerja pemerintah dibawah kepemimpinan yang baru dilantik ” tambahnya.(Tim)

Berita Terkait

Polisi Dampingi Petani Bantu Distribusi 2,8 Ton Jagung Petani Rebono ke Bulog
Motor Hilang Saat Hendak Shalat Subuh, Pelaku Diciduk Satreskrim Polres Pasuruan Kota
Bhabinkamtibmas Polsek Pasrepan Ikut Awasi Perkembangan Tanaman Jagung Warga
Bhabinkamtibmas Polsek Tosari Intensif Dampingi Petani Kentang Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Polres Pasuruan Jalankan Ketahanan Pangan Tanpa Mengurangi Tugas Penegakan Hukum
Polsek Tosari Dampingi Petani Bawang, Wujudkan Ketahanan Pangan di Lereng Bromo
Nobar Semifinal Piala Dunia Di Mayon Zipur 10 Jadi Wadah Kemanunggalan TNI-RAKYAT
Satresnarkoba Polres Pasuruan Bongkar Peredaran Sabu, Tiga Pengedar Dibekuk dalam Waktu Lima Hari
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:24 WIB

Polisi Dampingi Petani Bantu Distribusi 2,8 Ton Jagung Petani Rebono ke Bulog

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:59 WIB

Motor Hilang Saat Hendak Shalat Subuh, Pelaku Diciduk Satreskrim Polres Pasuruan Kota

Senin, 20 Juli 2026 - 09:45 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Pasrepan Ikut Awasi Perkembangan Tanaman Jagung Warga

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Tosari Intensif Dampingi Petani Kentang Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:04 WIB

Polres Pasuruan Jalankan Ketahanan Pangan Tanpa Mengurangi Tugas Penegakan Hukum

Berita Terbaru

Daerah

49 WARGA DESA JERUK KRATON TERIMA SERTIPIKAT PTSL TAHAP II

Selasa, 21 Jul 2026 - 11:06 WIB