PASURUAN | Kabarnewsday.com – Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Bahrudien Akbar Wahyudi, SE., MM., menyoroti pemberitaan terkait ketidakhadiran Wali Kota maupun jajaran Pemerintah Kota Pasuruan dalam agenda Madinah Van Java II, khususnya pada acara penutupan dan penyerahan penghargaan Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 18–20 September 2026 di GOR Kota Pasuruan. Bahrudien meminta pemberitaan mengenai kegiatan tersebut disusun berdasarkan fakta dan informasi yang telah dikonfirmasi, agar tidak menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikannya kepada awak media SuaraRakyat62, Senin (21/9/2026).
“Bijak dalam menulis, khususnya untuk teman-teman jurnalis,” ujar Bahrudien.
Ia juga menilai ketidakhadiran pejabat dalam sebuah kegiatan tidak semestinya langsung dikaitkan dengan persoalan politik tanpa adanya keterangan maupun fakta yang mendukung.
“Kenapa event olahraga disangkutpautkan dengan politik? Ini bukan tempatnya,” tegasnya.
Menurut Bahrudien, Madinah Van Java II, termasuk agenda penutupan dan pemberian penghargaan kepada para atlet pencak silat tingkat Provinsi Jawa Timur, merupakan kegiatan yang berkaitan dengan olahraga dan prestasi.
Karena itu, ia berharap pemberitaan tetap berfokus pada substansi kegiatan. Jika terdapat persoalan terkait ketidakhadiran pejabat, menurutnya, media dapat melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait.
“Media mempunyai peran penting memberikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, fakta dan konfirmasi harus menjadi dasar dalam pemberitaan,” katanya.
Bahrudien berharap pemberitaan mengenai berbagai kegiatan di Kota Pasuruan, termasuk agenda olahraga, tetap mengedepankan verifikasi, keberimbangan, dan akurasi.
Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi secara utuh tanpa muncul persepsi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Penulis : Hilda














