PASURUAN | Kabarnewaday.com– Sikap dan cara komunikasi Humas RSUD Grati terhadap awak media dalam komunikasi terkait kerja sama pemberitaan menjadi sorotan. Persoalan tersebut muncul setelah seorang awak media mengaku merasa kurang dihargai menyusul komunikasi dengan pihak Humas RSUD Grati.
Persoalan bermula ketika awak media menyampaikan pemberitaan mengenai kegiatan RSUD Grati yang disebut telah dilakukan sesuai prosedur dan sebelumnya mendapatkan persetujuan dari Direktur RSUD Grati. Setelah berita diterbitkan, hasil pemberitaan kemudian disampaikan kepada pihak Humas sebagai bagian dari komunikasi dalam kemitraan media dengan rumah sakit.
Namun, menurut pengakuan awak media, komunikasi melalui WhatsApp dan sambungan telepon tersebut kemudian menimbulkan kekecewaan. Dalam komunikasi itu disebut muncul pernyataan dalam bahasa Jawa, di antaranya, “Ganok duwek direktur ditodong terus” serta “Uangku habis.”
Pernyataan tersebut membuat awak media merasa seolah-olah dituduh terus meminta atau “menodong” Direktur RSUD Grati. Awak media menilai, komunikasi semacam itu semestinya disampaikan dengan bahasa yang lebih santun dan profesional, terlebih hubungan antara rumah sakit dan media merupakan bagian dari komunikasi publik.
Menanggapi persoalan tersebut, Direktur RSUD Grati dr. Dian Arie Setyawati menyampaikan permohonan maaf apabila dalam komunikasi tersebut terdapat ucapan dari pihak Humas yang kurang tepat.
“Saya sebagai Direktur RSUD Grati mohon maaf jika Humas ada salah ucap. Saya akan tegur, dan akan diperbaiki Humas RSUD Grati,” ujar dr. Dian Arie Setyawati.
Pernyataan Direktur tersebut sekaligus menjadi bentuk respons manajemen RSUD Grati terhadap keluhan awak media. Direktur juga menyatakan akan melakukan teguran serta perbaikan terhadap cara komunikasi Humas agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu, awak media berharap evaluasi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperbaiki pola komunikasi antara RSUD Grati dengan insan pers. Komunikasi yang terbuka, santun dan profesional dinilai penting untuk menjaga hubungan kemitraan sekaligus mendukung penyampaian informasi pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.
Dengan adanya klarifikasi dan permohonan maaf dari Direktur RSUD Grati, persoalan tersebut diharapkan dapat diselesaikan secara baik melalui evaluasi internal dan perbaikan komunikasi ke depan.








