Fraksi PDIP DPRD Kota Pasuruan Gelar Reses 1 Tahun 2026 

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Advertisements

KOTA PASURUAN| KABARNEWSDAY– Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan menggelar kegiatan Reses I Tahun 2026 dengan agenda jaring aspirasi masyarakat secara serentak pada Sabtu (15/3/2026) di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan. Kegiatan ini menjadi forum terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan, kebutuhan pembangunan, hingga persoalan sosial yang masih dirasakan di lingkungan mereka.

Reses tersebut digelar dalam tiga sesi. Sesi pertama dipimpin oleh H. Muhammad Gatot Adidoyo, S.A.B pada pukul 14.00–16.00 WIB, sesi kedua dipimpin oleh Mahfud Husairi, ST pada pukul 16.00–18.00 WIB, dan sesi ketiga dipimpin oleh Andri Setyani pada pukul 18.00–19.30 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPC, PAC, ranting, badan-badan partai, hingga sejumlah senior PDI Perjuangan, serta puluhan masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Pasuruan, di antaranya dari Kecamatan Panggungrejo, Bugul Kidul, Gadingrejo, dan Purworejo.

Dalam forum dialog tersebut, masyarakat secara terbuka menyampaikan berbagai persoalan yang masih mereka hadapi. Sejumlah isu yang paling banyak disampaikan antara lain penerangan jalan umum (PJU), program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), perbaikan saluran air, persoalan BPJS Kesehatan yang dibekukan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan lapangan pekerjaan.

Mahfud Husairi, ST, yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal anggota dewan, tetapi menjadi sarana penting untuk memastikan bahwa suara masyarakat benar-benar sampai ke lembaga legislatif.

Menurutnya, berbagai aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi bahan perjuangan Fraksi PDI Perjuangan dalam pembahasan kebijakan bersama Pemerintah Kota Pasuruan.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Pasuruan Sahkan Tiga Raperda Non-APBD

“Reses ini adalah ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung keluhan dan kebutuhan mereka. Kami tidak ingin aspirasi rakyat hanya berhenti di forum perencanaan saja, tetapi harus diperjuangkan sampai benar-benar terealisasi,” tegas Mahfud.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa aspirasi yang paling mendesak disampaikan masyarakat antara lain pengadaan lampu penerangan jalan umum di RT 02 RW 06 Kelurahan Gentong, program RTLH, serta pengaktifan kembali BPJS Kesehatan warga yang dibekukan.

Mahfud mengakui bahwa sebagian usulan masyarakat sebenarnya sudah pernah muncul dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun hingga saat ini belum seluruhnya dapat direalisasikan.

“Banyak usulan masyarakat terkait infrastruktur yang sebenarnya sudah disampaikan sejak lama. Karena itu melalui pokok-pokok pikiran (pokir) yang kami miliki sebagai anggota dewan, kami akan berupaya maksimal agar aspirasi tersebut bisa diwujudkan,” jelasnya.

Selain persoalan infrastruktur dan layanan kesehatan, isu pengangguran juga menjadi perhatian serius dalam forum reses tersebut. Menurut Mahfud, pemerintah daerah perlu terus mendorong pembukaan lapangan pekerjaan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

“Kami akan terus mendorong Pemerintah Kota Pasuruan agar memperkuat program pembukaan lapangan pekerjaan. Ini penting agar masyarakat memiliki kesempatan bekerja dan tidak terus terbebani oleh persoalan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, H. Muhammad Gatot Adidoyo, S.A.B menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tanggung jawab moral anggota dewan untuk memastikan pembangunan daerah benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.

“Aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini akan kami catat dan kami perjuangkan dalam pembahasan kebijakan di DPRD. Tujuannya jelas, agar pembangunan di Kota Pasuruan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Gatot.

Baca Juga :  Pemkab Gelontor Rp 11 Miliar untuk Benahi Tiga Ruas Jalan Penunjang Ekonomi

Hal senada juga disampaikan oleh Andri Setyani, yang memimpin sesi ketiga kegiatan reses. Ia menegaskan bahwa Fraksi PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus mengawal berbagai aspirasi masyarakat hingga dapat direalisasikan dalam program pembangunan daerah.

“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami bawa dalam pembahasan di DPRD. Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan masyarakat benar-benar menjadi perhatian dalam kebijakan pembangunan Kota Pasuruan,” ujarnya.

Di sisi lain, Subiyanto, salah satu senior PDI Perjuangan Kota Pasuruan, menilai kegiatan reses tersebut merupakan bukti bahwa kader partai tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat.

Menurutnya, kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat sangat penting agar pembangunan tidak berjalan tanpa mendengar suara rakyat.

“Kader PDI Perjuangan harus selalu hadir di tengah masyarakat. Aspirasi rakyat harus didengar dan diperjuangkan. Reses seperti ini menjadi jembatan penting antara rakyat dan wakilnya di parlemen,” kata Subiyanto.

Sementara itu, Basuki, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Gadingrejo, mengatakan bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan reses tersebut karena mereka memiliki kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi.

“Melalui forum ini masyarakat bisa menyampaikan langsung kebutuhan mereka, mulai dari penerangan jalan, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga persoalan layanan kesehatan. Kami berharap aspirasi ini benar-benar diperjuangkan hingga terealisasi,” ujar Basuki.

Kegiatan Reses I Tahun 2026 yang digelar Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan tersebut menegaskan komitmen partai untuk terus mendengar dan memperjuangkan suara rakyat.

Dengan menjadikan aspirasi masyarakat sebagai dasar perjuangan politik di parlemen, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi warga Kota Pasuruan dapat segera mendapatkan solusi nyata melalui kebijakan pembangunan yang berpihak pada kepentingan rakyat.(Hil)

Berita Terkait

Putra Legenda Kasan Soleh, Arhab Abqori Al Abror Antarkan Surya Naga Juara Piala Suratin Pasuruan 2026
49 WARGA DESA JERUK KRATON TERIMA SERTIPIKAT PTSL TAHAP II
Antara Persekabpas Dijanjikan Milik Rakyat dan Pasuruan United Milik Swasta
Proyek Fisik Fantastis atau Gaji PPPK: Pemkab Pasuruan Pilih yang Mana?
Transparansi dan Akuntabilitas ASN di Kabupaten Pasuruan 55 Persen Anggaran BKPSDM Terserap
Pedagang Kue Ringan Asal Sentul Purwodadi, H. Khoiron Sukses Raih Omset Jutaan Rupiah Per Hari Di Pasar Changhoo Pandaan
Kemendagri Mau Bedah Dulu APBD-nya, Sebelum Percaya Alasan Pemda “Tidak Mampu Bayar Gaji” untuk P3K
Persekabpas Terlalu Bersejarah Untuk Dibiarkan Status  Bayangkan Sebuah Klub
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:23 WIB

Putra Legenda Kasan Soleh, Arhab Abqori Al Abror Antarkan Surya Naga Juara Piala Suratin Pasuruan 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:06 WIB

49 WARGA DESA JERUK KRATON TERIMA SERTIPIKAT PTSL TAHAP II

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:57 WIB

Proyek Fisik Fantastis atau Gaji PPPK: Pemkab Pasuruan Pilih yang Mana?

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:54 WIB

Transparansi dan Akuntabilitas ASN di Kabupaten Pasuruan 55 Persen Anggaran BKPSDM Terserap

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:15 WIB

Pedagang Kue Ringan Asal Sentul Purwodadi, H. Khoiron Sukses Raih Omset Jutaan Rupiah Per Hari Di Pasar Changhoo Pandaan

Berita Terbaru

Daerah

49 WARGA DESA JERUK KRATON TERIMA SERTIPIKAT PTSL TAHAP II

Selasa, 21 Jul 2026 - 11:06 WIB